ORDER MANAGEMENT | Bisnis

ORDER MANAGEMENT | Bisnis

ORDER MANAGEMENT | Bisnis

 ORDER MANAGEMENT 

Beberapa waktu yang lalu saya pernah posting tentang Raker (Rapat Kerja) akhir tahun yang biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mulai mapan, sampai perusahan besar. Menyambung postingan tersebut, skema yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar adalah seperti gambar terlampir.

Business Owner/Pemilik bisnis wajib menentukan TARGET untuk setahun ke depan, yang sering disebut dengan ORDER MANAGEMENT. Biasanya, di perusahaan besar, ini dilakukan oleh Pemilik bisnis dan jajaran direksinya.

Apa targetnya? Bisa PROFIT, Perluasan Pasar, bahkan menaikkan LEVEL Perusahaan dalam pengusaaan pasar. Yang tadinya nomer 9, menjadi nomer 5.

Kenapa koq gak nomer 1? Target haruslah REASONABLE (masuk akal) dan ACHIEVEABLE (bisa diraih). Apa ukurannya? Kapasitas (kemampuan) saat ini, menjadi salah satu yang terpenting. Karena berkaitan dengan MODAL KERJA dan INVESTASI.

“Setiap peningkatan/pertumbuhan membutuhkan COST & COMMITMENT.”

Di Level Manajemen kedua (biasanya di Level GM dan Manajer), Order Management di-BREAKDOWN (di-detail-kan) menjadi INTEGRATED Strategic Planning. Mengapa disebut INTEGRATED Strategic Planning? Yaa.. Karena strategi tersebut harus TER-INTEGRASI antar bagian atau divisi.

Sebagai contoh.. Target/order management adalah peningkatan Profit (dan Omset) sebesar 20%. Apakah hanya Bagisn Penjualan atau Marketing yang terlibat? Tentunya juga bagian operasional lainnya, bahkan sampai Keuangan dan SDM. Bagian Purchasing misalnya, dia harus menyiapkan supplier-suppliernya. Bagian Keuangan, khususnya Funding, menyiapkan strategi pendanaan, bagian SDM juga mungkin harus menyiapkan recruitment, dan lain-lain.

Integrated Strategic Planning ini biasanya sudah di-Breakdown menjadi 3 Bulanan, atau istilah kerennya: 90-days Goal & Action Plan.

Naaahh.. Di Level berikutnya, di Manajemen Level yang lebih bawah, mereka bertugas membuat Action Plan bulanan dan kemudian meng-EKSEKUSI-nya. Biasanya, di tahap ini sudah terpecah-pecah ke bagian/divisi masing-masing untuk menjadi Daily Activity.

Daily activity ini WAJIB di-review paling minim 1 minggu sekali di bagian masing-masing, dan antar bagian 1-3 bulan sekali. Lebih sering lebih bagus? Bisa jadi yaa, bisa jadi tidak. Sesuailan dengan skala bisnis Anda.

Sebagai catatan yang paling mendasar adalah.. Semua konsep di atas harus disesuaikan dengan SKALA bisnis masing-masing. Jika saat ini, bisnis Anda belum mempunyai atau membutuhkan organisasi yang besar, yaa tidak perlu harus diada-adakan..

“Biarkan bisnis Anda bertumbuh dengan bertahap, OPTIMAL, dan sempurna. Bukan sempurna tapi tidak OPTIMAL. Karena “kesempurnaan” bisnis adalah yang terus BERTUMBUH dengan Optimal.”

Sedikit kembali ke LEVEL Paling Atas, yaitu level Business Owner, idealnya Tugas seorang business owner adalah memikirkan PENGEMBANGAN/PERTUMBUHAN bisnisnya, bukan pada level eksekusi, bahkan pengambilan keputusan di level operasional. Sampai kapan Anda kuat “jantungan” untuk terima telpon tentang tagihan atau program promo yang gagal atau gudang kehabisan stock? #PLETAAAAKK

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap